God Almighty says in the Holy Quran: ‘By Time, Indeed, mankind is in loss, Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience.’
Firman Allah Ta’ala: ‘Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar. (QS Al ‘Asr 103)
Spread the WORD Iman:
'Jizyah/Upeti atau Cukai adalah DENDA'
Fikirkanlah
. . .
‘Sesungguhnya
Perkara-perkara Dosa Mengundang Musibah’ Wahai Manusia, punca utama - yang
menyebabkan Economic Crisis adalah =
Cukai! Cukai! Cukai!
Kerana
ianya terdapat unsur perbuatan keZALIMan yang jelas Ingkar dgn perintah Allah
Ta'ala dikaitkan dengannya seperti: ‘Gharar ‘Maisir dan ‘Riba ???
Dari
Abu Dzar Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alayhi wa Sallam, sebagaimana
yang diriwayatkan oleh beliau dari Allah Subhanahuwataala bahwa Dia berfirman,
"Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas
diri-Ku.
Dan Aku
juga menjadikannya sebagai sesuatu yang diharamkan di antara kalian. karena itu
janganlah kalian saling menzalimi . . . (Hr. Muslim, hadis qudsi, hadis 6572)
Dek
kerana itu lah Allah SubhanahuwaTa'ala turunkan Nabi Allah Isa Alayhis Sallam
di tengah-tengah Kebangkitan Umat Muhamad Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk
menjadi hakim yang adil dengan tugas utamanya Memansuhkan Cukai dan membunuh
dajal dengan tangannya . . . fikir-fikirkanlah . . . adakah untuk menjadi hakim
yang adil menurunkan salib dan membunuh babi adil pada umat manusia???
fikirkanlah . . .
Bagi
pandangan peribadi saya untuk Nabi Allah Isa Alayhis Sallam menjadi HAKIM yang
ADIL pada seluruh umat manusia adalah = Memansuhkan Cukai kerana tanpa Cukai
pasti umat manusia semuanya sudahpun jadi KAYARAYA!!!
Turunkan
salib dan bunuh babi mana mungkin seluruh manusia akan jadi kayaraya??? boleh
kayakah??? atau kita Ada Share ke? Nauzubilahmizalik!!!
Sebagaimana
sabdaan Nabi Shallallahu Alaihi wa
Sallam . . . ketika turunnya Nabi Allah Isa Alayhis Sallam harta Umat Manusia
Melimpah-Ruah pasti itu adalah petunjuknya mengenai CUKAI! kerana Cukai itu
adalah keZALIMan sistem ZIONIS sesatbarat sedangkan Allah berfirman dalam hadis
qudsi, "Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku telah mengharamkan
keZALIMan atas diri-Ku! Dan Aku juga
menjadikannya sebagai sesuatu yang diharamkan di antara kalian. karena itu
janganlah kalian saling menzalimi . . .
(Hadits
lengkap):
Dari
Abu Dzar Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alayhi wa Sallam, sebagaimana
yang diriwayatkan oleh beliau dari Allah Taala, bahwa Dia berfirman,
"Wahai
hambahambaKu, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan
Aku juga menjadikannya sebagai sesuatu yang diharamkan di antara kalian, karena
itu janganlah kalian saling menzhalimi.
Wahai
hamba-hamba-Ku, kamu sekalian adalah sesat kecuali orang yang Aku beri
petunjuk, karena itu mintalah petunjuk pada-Ku, niscaya Aku akan menunjuki
kalian.
Wahai
hamba-hamba-Ku, kamu sekalian lapar kecuali orang yang Aku beri makan, karena
itu mintalah makan kepadaKu niscaya Aku akan memberimu makan.
Wahai
hamba-hamba-Ku, kamu sekalian telanjang kecuali orang yang Aku beri pakaian,
karena itu mintalah pakaian padaKu, niscaya Aku akan memberimu pakaian,
Wahai
hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan pada malam dan siang
hari, dan Aku mengampuni semua dosa oleh sebab itu mintalah ampunan kepada-Ku,
niscaya Aku akan mengampuni kalian:
Wahai
hamba hamba-Ku, sesungguhnya kamu tidak akan pernah dapat memberikan mudharat
pada-Ku, (seandainya dapat), tentulah kalian telah memudharati-Ku. Dan
sesungguhnya kalian tidak akan pernah dapat memberi manfaat kepadaKu,
(seandainya dapat), tentulah kalian telah memberi manfaat pada-Ku.
Wahai
hamba-hamba-Ku, seandainya semua yang terdahulu dari kalian dan orang yang
terakhir, dari golongan manusia dan jin, seluruhnya bertakwa sebagaimana orang
yang paling takwa di antara kalian, niscaya hal itu tidak, akan pernah menambah
kekuasaan-Ku sedikit pun.
Wahai
hamba-hamba-Ku, seandainya yang terdahulu dari kalian dan yang terakhir, dari
golongan manusia dan jin seluruhnya durhaka sebagaimana, orang yang paling
durhaka di antara kalian, niscaya hal itu tidak akan pernah mengurangi
kekuasaan-Ku sedikitpun.
Wahai
hamba-hamba-Ku, seandainya yang terdahulu dari kalian dan terakhir, dari
golongan manusia dan jin seluruhnya berdiri (berkumpul) di suatu lapangan luas,
lalu mereka semuanya meminta pada-Ku dan Aku penuhi setiap apa yang dimintanya,
niscaya hal itu tidak akan pernah mengurangi (kekayaan) yang ada di sisi Ku,
kecuali hanya seperti air yang menitis dari ujung jarum yang dicelupkan ke
lautan.
Wahai
hamba-hamba-Ku, "semua 'amal kalian pasti Aku perhitungkan untuk kalian,
kemudian Aku memberikan balasannya kepada kalian. Barangsiapa mendapati
kebaikan" maka, hendaklah ia memuji Allah (bersyukur kepada-Nya), dan
barangsiapa mendapati selain itu, (keburukan), maka janganlah ia mencela (orang
lain) kecuali dirinya sendiri:" (Hr. Muslim, 6572, Aku Haram
melakukan keZaliman atas, Hadits qudsi)
Persoalannya???
Kenapakah
kita kena di Denda? (atau kenapakah kita kena di Cukai) dan yang peliknya bukan
hanya manusia di Denda?
-Binatang,
-Tumbuhan,
-Besi,
-Perkhimatan
dan sebagainya pun turut di Denda?
Kenapakah
buah Apel di Denda?
>
Apakah kesalahan buah Apel/Apple itu kepada kita?
>
Kesalahan apakah - yang buah Apel itu telah buat? Sehingga ianya di denda?
Wahai
Manusia, Percayalah! Tiada seorangpun Umat Manusia di DUNIA ini yang mahu
dirinya dikenakan DENDA! Denda! dan Denda! atau CUKAI ? Cukai ? dan Cukai ?
Ada
orang kata, Cukai itu adalah Pendapatan Economi yang Utama kepada Negara dan
Pendapatan Economi yang Utama kepada Negara - Negara di DUNIA.
Ramai
yang berkata, Apakah Cukai itu dari sejarah Islam merupakan sesuatu perkara
yang diistilahkan sebagai denda?
Apakah
denda itu sesuatu yang 'ZALIM?
Apakah
keZALIMan itu sesuatu perbuatan yang tidak jelas 'Gharar?
Apakah
keZALIMan itu sesuatu perbuatan penindasan 'Riba?
'Apakah
'Riba itu sesuatu perbuatan yang 'Haram?
Dan
Apakah penindasan itu sesuatu perbuatan yang ZALIM?
Dan
Apakah yang ZALIM sesuatu perbuatan yang melampaui batas?
Kesimpulannya?:
1)
Wahai manusia, Adakah Cukai itu PUNCA UTAMA kepada segala keZALIMan?
2)
Adakah Cukai itulah PUNCA UTAMA Penghulu kepada segala keZALIMan?
3) Dan
Adakah Cukai itu PUNCA UTAMA Raja kepada Kejahatan segala keZALIMan?
Wallahualam!!!?
4)
Wahai manusia, Adakah Cukai itu PUNCA UTAMA yang melebarkan kemiskinan daripada
sedikit kepada yang sangat luas?
5)
Adakah Cukai itu PUNCA UTAMA beban kepada kehidupan umat manusia?
6)
Adakah Cukai itu PUNCA UTAMA yang membantutkan Economi dari berkembang?
7)
Wahai manusia, Adakah Cukai itulah PUNCA UTAMA yang tidak diredhai oleh umat
manusia?
8)
Wahai manusia, Adakah Cukai itulah PUNCA UTAMA yang melahirkan penipuan,
pemalsuan, pembohongan dan Rasuah?
9)
Wahai manusia, Adakah Cukai itulah PUNCA UTAMA menjadikan manusia semata-mata
berani melanggar dan durhaka kepada perintah Allah Taala?
10)
Wahai manusia, Adakah Cukai itu tidak boleh dijadikan sebagai jalan-jalan bagi
pembangunan Ekonomi umat manusia kerana itu adalah PUNCA UTAMA sesuatu
perbuatan yang tidak diredhai oleh umat manusia dan ianya adalah sesuatu
perbuatan yang ZALIM?
Campur
Aduk yang Benar/Dengan yang Salah! . . .
Word by
Jamaliah Al Madyan bt. yusof bin yacob: "Barang siapa yang mendermakan
sesuatu yang haram (yang ada berunsur Gharar, 'Maisir dan 'Riba ertinya Zalim)
didalam mentaati Allah, maka adalah dia seperti mencuci pakaian dengan air
kencing.
Sebab
kain yang dicuci dengan air yang kotor maka sesungguhnya kain itu tidak akan bersih.
Dan bagitu juga dengan dosa, tidak akan seseorang itu bersih dari dosa selagi
dia mengamalkan yang haram kecuali dia kembali kejalan asal dengan yang halal.
Firman Allah Taala:
"Orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan (agama) Allah, kemudian
mereka tidak mengiringi apa yang mereka belanjakan itu dengan perkataan
membangkit-bangkit (pemberiannya), dan tidak pula menyinggung atau menyakiti
(pihak yang diberi), mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada
kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan
mereka pula tidak akan berdukacita." (Surah Al 'Baqarah (the Cow) QS2:264
Firman
Allah Taala: “Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal)
sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti,
seperti (rosaknya pahala amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya kerana
hendak menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan ia pula tidak beriman kepada
Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah seperti batu licin yang
ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu
ditinggalkannya bersih licin (tidak bertanah lagi). (Demikianlah juga halnya
orang-orang yang kafir dan riak itu) mereka tidak akan mendapat sesuatu
(pahala) pun dari apa yang mereka usahakan. Dan (ingatlah), Allah tidak akan
memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.” (Surah Al ‘Baqarah (The Cow) QS2:264)
Istilah
Cukai . . . Sesuatu perbuatan yang ZALIM terutama memaksa/mengutip cukai kepada
orang Islam keranaCukai/Jizyah itu Istilah di dalam Islam adalah denda? Dan
Denda atau cukai itu di zaman Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam dikenakan
hanya kepada sesiapa yang enggan masuk Islam dan bukannya kepada orang Islam!
Ertinya
Bebas Cukai kepada sesiapa saja orang-orang Islam dari sudut ajaran Islam?
11)
Wahai manusia, mengapakah turunnya Nabi Allah Isa bin Maryam (Nabi yang diutus
khas hanya kepada kaum bani Israil) kebumi di AkhirZAMAN kepada umat Muhamad
tidak menerima Cukai (Jizyah/upeti) atau mansuhkan Jizyah (Cukai)?
12)
Adakah Cukai (Jizyah) itu sesuatu perkara kemestian SYARAT UTAMA untuk Nabi
Allah Isa Alayhi Sallam untuk menjadi HAKIM yang ADIL?
Tahukah Anda! . . .
ISTILAH CUKAI (jizyah/upeti) Dari Sudut Sejarah
Dalam ISLAM = Adalah Denda!!!
Abdullah
bin Ahmad dan Abu Ya'la telah meriwayatkan dari Said bin Abi Rasyid
Radhiyallahu Anhu, dia menceritakan, "Ada seorang dari kabilah Tanukh --
yang pernah menjadi utusan Kaisar Heraclius untuk mengantar surat kepada
Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam -- Aku pernah melihatnya di Himis, dan
dia adalah tetanggaku, usianya telah lanjut dan hampir mendekati ajal.
Aku
'bertanya padanya, "Maukah kamu menceritakan padaku tentang surat yang
dikirim oleh Heraclius kepada Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam dan surat
yang dikirim Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam kepada Heraclius?"
Dia menjawab, "Baikalah, akan aku ceritakan:
Ketika
Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam tiba di suatu tempat yang bernama
Tabuk, maka beliau mengutus Dihyah al-Kalbi Radhiyallahu Anhu kepada Heraclius.
Ketika surat Nabi Shallallahu Alayhi wa Sallam telah sampai kepadanya, maka
para cendekiawan Romawi mengumpulkan seluruh komandan pasukan perang Rom dalam
suatu sidang tertutup.
Kemudian
Heraclius berkata, "Orang Arab ini telah tiba di dekat wilayah kita
sebagaimana yang kalian lihat, dan dia telah mengirim surat padaku yang isinya
mengajak aku untuk kepada 3 perkara, yaitu:
(1)
Mengikuti agamanya
(2)
memberikan sebagian hasil bumi kita sebagai Cukai (jizyah/upeti),
(3)
sedangkan tanahnya masih milik kita atau kita berperang dengannya.
Demi
Allah, sesungguhnya kalian telah mengetahui dengan pasti di dalam kitab injil
yang biasa dibaca oleh kalian bahwa dia pasti akan mengambil apa pun yang ada di
bawah telapak kakiku (dia pasti akan menaklukan aku dan kerajaanku).
(Diriwayatkan oleh Yakub bin sufyan seperti terdapat dalam kitab Al Bidayah
Jilid VI halaman 27)
Tahukah Anda! . . .
ISTILAH CUKAI (jizyah/upeti) Dari Sudut Sejarah
Dalam Islam = Adalah Denda!!!
Surat
Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam kepada penduduk Najran. Diriwayatkan
oleh Al-Baihaqi dari Yunus bin Bakar, dari Selamah bin yasu’a, dari ayahnya,
dari atuknya. Kata Yunus, Dulu atuknya seorang Nasaro lalu masuk Islam.
Sesungguhya Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam pernah mengirim surat
kepada penduduk kota Najran sebelum turun kepada beliau ayat Thaa Siin yang kelanjutan ayatnya terdapat kisah tentang
surat Nabi Sulaiman kepada ratu Baqis yakni surah An Naml.
Dalam
isi surat itu Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam mengatakan: Atas nama' "Tuhannya Ibrahim, Ishaq,
dan' Yacub dari Muhammad, Nabi dan Rasulullah - kepada uskup Najran dan
penduduk Najran. Salam sejahtera bagi kalian "sesungguhnya aku memuji
Allah Tuhannya Ibrahum, Ishaq, dan Ya'cub. Selanjutnya sesungguhnya aku
mengajak kalian dari penyembahan terhadap makhluk-makhluk Allah kepada
penyembahan terhadap Allah.
Aku
juga mengajak kalian dari wilayah (kekuasaan) makhluk makhluk Allah menuju
kepada wilayah (kekuasaan) Allah. Jika kalian menolak ajakan ini maka kalian
harus membaya Cukai dan jika kalian masih juga menolak untuk membayar Jizyah
(Cukai), maka aku, memutuskan untuk memerangi Kalian. Wassalam. (Demikian
disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir jilid 1 halaman 369)
(This is mentioned in Tafsir Ibn Katheer Volume 1 page 369 )
Tahukah Anda! . . .
ISTILAH CUKAI (jizyah/upeti) Dari Sudut Sejarah
Dalam Islam = Adalah Denda!!!
Peristiwa dalam penaklukan kota Iskandar
Perawi berkata:
Setelah
itu Amr mengumpulkan seluruh penduduk kota Iskandariah untuk membacakan surat
yang dikirim oleh Amirul Mukminin, Umar Radhiyallahu Anhu kepada mereka.
Amr
melanjutkan: Setelah itu kami mengumpulkan seluruh tawanan yang ada pada kami,
dan orang-orang Nasaro pun berkumpul. Kemudian kami mengambil satu persatu
tawanan tersebut dan kami tawarkan padanya untuk memilih salah satu apakah
masuk Islam, atau tetap dalam agama Nasaro.
Apabila
di antara mereka ada yang memilih masuk Islam maka kami mengucapkan takbir
dengan suara yang keras melebihi suara kami ketika menaklukkan kota
Iskandariah, lalu kami ambil orang itu ke dalam barisan kami:
Namun
apabila di antara mereka ada yang memilih tetap dalam agama Nasaro, maka kaum
Nasrani bersorak-sorai dan segera mengambil orang itu ke dalam barisan mereka.
Lalu kami pun tetapkan baginya cukai (jizyah): Sedangkan kami merasa
seolah-olah ada salah satu dari kami yang keluar dari Islam dan masuk agama
mereka.
Demikianlah
seterusnya sampai selesai. Setelah semuanya selesai, maka giliran Abu Maryam
bin Abdullah bin Abdurrahman dihadapkan ke tengah-tengah. Al 'Qasim berkata,
"Kami telah mengetahui bahwa dia adalah pemimpin kabilah Bani
Zubaid." Aku melanjutkan:
"Kemudian
kami menyuruhnya untuk berdiri, lalu kami tawarkan kepadanya antara masuk
Islam atau tetap dalam agama Nasaro. Ketika itu Abu Maryam memilih masuk Islam,
sedangkan ayah, ibu dan saudaranya memilih agama Nasaro.
Setelah
dia masuk Islam dan kami pun akan membawanya ke dalam barisan kami, tiba-tiba
kedua orang tua dan saudaranya merebutnya dari kami sehingga menyebabkan baju
Abu Maryam terkoyak. Dan seperti yang kita saksikan hari ini, dia menjadi
seorang pemimpin di kalangan kami.” (Hr. Ibnu Jarir dalam kitabnya jilil IV
halaman 227)
AI-Bazzar
meriwayatkan dari Dihyah al-Kalbi Radhiyallahu Anhu katanya, "Rasulullah
Shallallahu Alayhi wa Sallam telah mengutus aku untuk menyampaikan surat beliau
kepada Kaisar Rom. Kemudian Dihya kembali kepada Nabi Shallallahu Alayhi wa
Sallam yang ketika itu di sisi beliau ada beberapa orapg utusan pegawai
kerajaan Kisra di wilayah bagian San'a.
Mereka
sengaja diutus oleh Kisra untuk menghadap Rasulullah Shallallahu Alayhi wa
Sallam dan sebelumnya Kisra telah menulis surat kepada gubernur San'a yang
berisi peringatan kepadanya supaya berhati-hati.
Isi
surat itu adalah sebagai berikut: Sungguh aku mendengar tentang seorang
laki-laki dari daerahmu yang mana dia mengajak aku untuk menganut agamanya;
jika aku menolak, maka aku harus membayar cukai (jizyah), dan jika aku menolak
membayar jizyah, maka dia mengancam, "Aku akan memerangimu atau akan
bertindak sesuatu padamu!"
‘Gharar 'MAISIR dan 'Riba . . .
Menurut
kajian para ulama dan fukaha, amalan-amalan yang berlaku didalam urusan
perniagaan konvensional.
Urusniaga
konvensional, banyak bercanggah dengan syariah Terdapat beberapa unsur yang
dikaitkan dengan percanggahan tersebut iaitu:
1.‘Gharar
2)
'MAISIR
3)
'Riba
‘Gharar
Gharar
bermaksud ketiadaan jelas sesuatu perkara didalam urusan jualbeli. Gharar
terjadi bila seseorang membeli atau menjual sesuatu barang yang tidak pasti
atau yang belum tentu.
Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang jualbeli yang 'Gharar.
Dari
lbnu Masud bersabda Nabi Allah Shallallahu Alayhi wa Sallam :
"Jangan
kamu membeli Ikan dalam air kerana perbuatan itu adalah 'Gharar"
Didalam
pelbagai pengendalian urusniaga atau pelaburan dan Insurans, Gharar dikaitkan
dengan:
1)
Apakah yang di Aqadkan keatasnya.
2)
Ketentuan bagaimana dan dari mana pampasan akan dibayar.
3) Pengelolaan atau sumbangan itu cara mana ia dikendalikan.
'MAISIR
Maisir
bermaksud perjudian. Semua cara perniagaan dimana keuntungan didapati dengan
cara agakkan dan dugaan dan bukan dari usaha berkerja disebut sebagai Maisir.
Didalam
Al 'Quran Allah mengarah perhatian kita yang bermaksud:
Firman
Allah Taala: Wahai orang-orang yang beriman! Bahawa sesungguhnya arak, dan
judi, dan pemujaan berhala, dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah,
adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan. Oleh itu hendaklah kamu
menjauhinya supaya kamu berjaya. (Surat Al 'Ma'idah (The Table Spread) QS5:90 )
Nabi
Shallallahu Alayhi wa Sallam melarang jualbeli yang mempunyai unsur Maisir.
Kaum Jahilliyah gemar membeli unta yang nanti akan dibayar bila unta itu sudah
beranak dan bila anak unta itupun beranak maka akan dibayar dengan cucu unta
itu. Jika unta itu tidak beranak maka tiada bayaran akan diberi. (Sahih Muslim
Jilid 3 Ms 798 Ibulughul Maram - Jualbeli)
'R i b a
Hukum
Riba sudah di'Nas'kan dengan jelas dan berulangkali dalam Al Quran dan hadits
Sebagai Haram Sesiapa yang sudah terlibat dengan amalan Riba diperintahkan
supaya bertaubat dan meninggalkannya.
Didalam
urusan perniaga konvensional atau urusniaga konvensional.
Riba
dikaitkan dengan aktiviti pelaburan wang yang dikumpul dari para pembeli polisi
dikendalikan dan dilaburkan kepada kegiatan yang bersangkutan dengan Riba,
Seperti
contoh menyimpannya kedalam akaun bank konvensional memberi pinjaman dan
mengenakan faedah (bunga).
Lihat
pesanan Khutbah terAkhir Nabi Muhammad Sallalla hu Alayhi wasSallam
Kutbah ini disampaikan pada 9 Zulhijah tahun
10 Hijrah di Lembah Uranah, Gunung Arafah!
Wahai
manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan. Aku tidak mengetahui
apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu
dengarlah dengan teliti kata-kata ku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang
yang tidak dapat hadir di sini pada hari ini.
Wahai
manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka
anggaplah jiwa dan harta setiap muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta
yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Jangan kamu sakiti
sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi.
Ingatlah
bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat
perhitungan di atas segala amalan kamu.
Allah
telah mengharamkan 'Riba (penindasan/keZALIMan), oleh itu segala urusan yang
melibatkan Riba dibatalkan mulai sekarang.
Berwaspadalah
terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk
menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu
tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.
Wahai manusia,
sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak di
atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu maka mereka
juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.
Layanilah
wanita-wanita kamu dengan baik, berlemah lembutlah terhadap mereka kerana
sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu
atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu
tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.
Wahai
manusia, dengarkanlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah,
dirikanlah sembahyang 5 kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadan!, dan
tunaikan zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadat haji sekiranya kamu
mampu.
Ketahuilah
bahawa setiap muslim adalah saudara kepada muslim yang lain. Kamu semua adalah
sama, tidak seorangpun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam taqwa
dan beramal soleh. Ingatlah bahawa kamu akan mengadap Allah pada suatu hari
untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan.
Oleh
itu awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran
selepas ketiadaanku.
Wahai
manusia, tidak akan ada lagi Nabi dan Rasul yang akan datang selepasku dan tidak
akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan
fahamilah kata-kata ku yang telah aku sampaikan kepada kamu.
Sesungguhnya
aku tinggalkan kepada kamu 2 perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan
mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah
Al ‘Quran dan Sunnah ku.
Hendaknya
orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain semoga
yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dari
ku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah ku sampaikan risalah Mu kepada
hamba-hambaMU.
Hubungan Nabi Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam dengan bani Israel melalui pertalian perkahwinan dengan Safiyyah RadhiyAllahu`An`ha Keturunan Nabi Allah Harun Alayhis Sallam Isteri ke-11 Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam
Safiyyah
Radhiyallahu Anha ialah perempuan kapada Hai, seorang dari keturunan Nabi Allah
Harun Alayhis Sallam, saudara lelaki Nabi Allah Musa Alayhis Sallam. Pada
mulanya beliau telah dikahwinkan kepada Salam bin Mushkan dan kemudian kepada
Kananah bin Abi Haqiq ketika di Kheybar. Kananah telah terbunuh di dalam
peperangan Kheybar dan Safiyyah telah di tawan oleh orang`orang Islam.
Apabila
Dahya Kalbi memohon kepada Rasulullah
Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam akan seorang gaji, beginda menyerahkan
Safiyyah kepadanya.
Apabila
perkara ini belaku, para Sahabat yang lain menemui Rasulullah Sallallaahu
`Alayhi `waa `Sallam dan berkata: “Wahai Pesuruh Allah! Bani Nazir dan Bani
Quraizah (puak`puak Yahudi dari bani Israel dari Madinah) akan merasa
tersinggung melihatkan seorang anak perempuan ketua Yahudi dari bani Israel
dijadikan orang gaji.
Oleh
itu kami mencadangkan beginda memperisterikannya.”
Nabi
lantas memberikan bayaran yang sepatutnya kepada Dahya Radhiyallahu Anhu
sebagai wang tebusan dan berkata kepada Safiyyah: “Kini kamu sudah bebas, sekiranya kamu suka kamu
boleh kembali kepada puak mu ataupun kamu boleh menjadi isteriku."
Sufiyyah
menjawab: “Telah lama aku menunggu untuk bersama dengan tuan sejak aku seorang
Yahudi lagi. Oleh itu bagaimana dapat aku meninggalkan tuan sekarang apabila
aku telah menjadi Islam?"
Adalah
dikatakan bahwa sekali Safiyyah ternampak di dalam minpinya sebagaimana
daripada bulan jatuh kepangkuannya.
Apabila
beliau menceritakan mimpinya ini kepada suaminya Kananah, beliau telah dipukul
dengan hebatnya pada mukanya sehingga mengakibatkan kesan 1 tanda di atas
matanya.
Kenanah
menyergah: “Nampaknya kamu berhasrat untuk menjadi isteri kepada Raja Madinah”
Bapanya juga dilapurkan memukulnya sedemikian rupa apabila ia menerangkan
mimpinya itu kepadanya.
Pada
suatu ketika pula di dalam mimpinya beliau melihat matahari berada di atas
dadanya. Apabila mimpinya ini dikemukakan kepada suaminya, dia berkata: “Kamu
nampaknya sedang berharap untuk menjadi Permasuri Madinah.”
Safiyyah
berkata: “Aku dikahwinkan kepada Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam
ketika aku berusia 17 tahun." Beliau datang untuk tinggal bersama`sama
Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam ketika beginda sedang berkhemah di
pangkalan pertama dari Kheybar .
Di pagi
keesokan harinya beliau berkata kepada para Sahabat: “Biarlah setiap orang
membawa barang apa jua pun yang dia punyai untuk di makan.” Mereka semuanya pun
membawa barang`barang makanan yang dipunyai mereka masing`masing seperti
buah`buah tamar, keju, mentega dan sebagainya. Sehelai kain diperbuat dari
kulit dihamparkan (saprah) untuk meletak makanan `makanan yang dibawa itu, lalu
mereka semuanya duduk mengelilingi hamparan itu untuk berkongsi makanan itu
bersama`sama.
Ini
adalah Walimah untuk perkahwinannya itu. Safiyyah Radhiyallahu Anhuma meninggal DUNIA pada
bulan Ramadhan tahun 50 Hijrah berusia lebih kurang 60 tahun.
Umm-al-Momineen Wives of Muhammad: 1) Khadijah bint Khuwaylid, 2) Sawda bint Zamʿa, 3) Aisha bint Abi Bakr, 4) Hafsa bint Umar, 5) Zaynab bint Khuzayma, 6) Hind bint Abi Umayya, 7) Zaynab bint Jahsh, 8) Juwayriya bint al-Harith, 9) Ramlah bint Abi Sufyan, 10) Rayhana bint Zayd, 11) Safiyya bint Huyayy, 12) Maymuna bint al-Harith, 13) Rayhana bint Zayd
Hubungan Nabi Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam dengan bani Israel melalui pertalian perkahwinan dengan Safiyyah RadhiyAllahu`An`ha Keturunan Nabi Allah Harun Alayhis Sallam Isteri ke-11 Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam
Safiyyah
Radhiyallahu Anha ialah perempuan kapada Hai, seorang dari keturunan Nabi Allah
Harun Alayhis Sallam, saudara lelaki Nabi Allah Musa Alayhis Sallam. Pada
mulanya beliau telah dikahwinkan kepada Salam bin Mushkan dan kemudian kepada
Kananah bin Abi Haqiq ketika di Kheybar. Kananah telah terbunuh di dalam
peperangan Kheybar dan Safiyyah telah di tawan oleh orang`orang Islam.
Apabila
Dahya Kalbi memohon kepada Rasulullah
Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam akan seorang gaji, beginda menyerahkan
Safiyyah kepadanya.
Apabila
perkara ini belaku, para Sahabat yang lain menemui Rasulullah Sallallaahu
`Alayhi `waa `Sallam dan berkata: “Wahai Pesuruh Allah! Bani Nazir dan Bani
Quraizah (puak`puak Yahudi dari bani Israel dari Madinah) akan merasa
tersinggung melihatkan seorang anak perempuan ketua Yahudi dari bani Israel
dijadikan orang gaji.
Oleh
itu kami mencadangkan beginda memperisterikannya.”
Nabi
lantas memberikan bayaran yang sepatutnya kepada Dahya Radhiyallahu Anhu
sebagai wang tebusan dan berkata kepada Safiyyah: “Kini kamu sudah bebas, sekiranya kamu suka kamu
boleh kembali kepada puak mu ataupun kamu boleh menjadi isteriku."
Sufiyyah
menjawab: “Telah lama aku menunggu untuk bersama dengan tuan sejak aku seorang
Yahudi lagi. Oleh itu bagaimana dapat aku meninggalkan tuan sekarang apabila
aku telah menjadi Islam?"
Adalah
dikatakan bahwa sekali Safiyyah ternampak di dalam minpinya sebagaimana
daripada bulan jatuh kepangkuannya.
Apabila
beliau menceritakan mimpinya ini kepada suaminya Kananah, beliau telah dipukul
dengan hebatnya pada mukanya sehingga mengakibatkan kesan 1 tanda di atas
matanya.
Kenanah
menyergah: “Nampaknya kamu berhasrat untuk menjadi isteri kepada Raja Madinah”
Bapanya juga dilapurkan memukulnya sedemikian rupa apabila ia menerangkan
mimpinya itu kepadanya.
Pada
suatu ketika pula di dalam mimpinya beliau melihat matahari berada di atas
dadanya. Apabila mimpinya ini dikemukakan kepada suaminya, dia berkata: “Kamu
nampaknya sedang berharap untuk menjadi Permasuri Madinah.”
Safiyyah
berkata: “Aku dikahwinkan kepada Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam
ketika aku berusia 17 tahun." Beliau datang untuk tinggal bersama`sama
Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam ketika beginda sedang berkhemah di
pangkalan pertama dari Kheybar .
Di pagi
keesokan harinya beliau berkata kepada para Sahabat: “Biarlah setiap orang
membawa barang apa jua pun yang dia punyai untuk di makan.” Mereka semuanya pun
membawa barang`barang makanan yang dipunyai mereka masing`masing seperti
buah`buah tamar, keju, mentega dan sebagainya. Sehelai kain diperbuat dari
kulit dihamparkan (saprah) untuk meletak makanan `makanan yang dibawa itu, lalu
mereka semuanya duduk mengelilingi hamparan itu untuk berkongsi makanan itu
bersama`sama.
Ini
adalah Walimah untuk perkahwinannya itu. Safiyyah Radhiyallahu Anhuma meninggal DUNIA pada
bulan Ramadhan tahun 50 Hijrah berusia lebih kurang 60 tahun.
Umm-al-Momineen Wives of Muhammad: 1) Khadijah bint Khuwaylid, 2) Sawda bint Zamʿa, 3) Aisha bint Abi Bakr, 4) Hafsa bint Umar, 5) Zaynab bint Khuzayma, 6) Hind bint Abi Umayya, 7) Zaynab bint Jahsh, 8) Juwayriya bint al-Harith, 9) Ramlah bint Abi Sufyan, 10) Rayhana bint Zayd, 11) Safiyya bint Huyayy, 12) Maymuna bint al-Harith, 13) Rayhana bint Zayd
Menjejak
10 Suku/Puak Bani Israel Yang Hilang - "Quest for the Lost Tribes" dokumentari
oleh Simcha Jacobovici. Selepas serangan tentera Assyria ke atas bumi Israel
pada tahun ke-8 SM, 10 puak Bani Israel yang mendiami bahagian utara telah
dihambat keluar dari negara mereka. Sehingga hari ini, kepulangan mereka ke
Baitul Muqaddis dinantikan setiap Muslim dan Ahli Kitab, sebagai petunjuk
bermulanya era AkhirZAMAN.
Dan
hari ini, perjalanan pulang mereka sudah pun bermula.
Semoga
perjalanan menjejak 'domba yang hilang' dari keluarga Daud Alayhis Salam ini
membuka mata Muslim berkenaan berita di dalam Taurat dan Injil tersebut: iaitu
suku-suku dari Bani:
Simeon,
Reuben,
Issachar,
Zebulun,
Dan,
Naphtali,
Gad,
Asher,
Ephraim
dan
REMEMBER: 'Do Not Let Yourself be left behind by the Train'
Pernah tak budaya anda memiliki Irama lagu seperti ini!?
Firman Allah Taala: 'Dan Kami pecah-pecahkan mereka (kaum Yahudi dari bani Israel itu) berpuak-puak (yang bertaburan di merata-rata) dunia ini. Di antara mereka ada yang soleh dan di antaranya juga yang tidak demikian. Dan kami uji mereka dengan nikmat pemberian yang baik-baik dan bala bencana yang buruk, supaya mereka kembali (bertaubat).' (God Almighty says in the Holy Quran: 'And We divided them (Jews) throughout the earth into nations. Of them some were righteous, and of them some were otherwise. And We tested them with good (times) and bad that perhaps they would return (to obedience)' (Surah 7 Al-A'raf: verse 168)
The bani Israel roots Of the Muslim declaration Of belief "Al 'Shahada"
Rhythm Of Traditional Culture and Our Songs Hebrew Since 3000 years ago
Budaya tradisi Irama dan lagu Kami Ibrani Semenjak 3000 thn yg lalu
إيقاع من الثقافة التقليدية والعبرية لدينا أغنية منذ 3000 سنة مضت
Manasseh, Patan dan Pashtun. Berpakaian "Qutwani Shawls"
lsyarat Rasulullah صلى الله عليه وسلم
SECRETS: 'Gendang, 'Songkok, 'Serban, 'Shawls
SECRETS: 'Gendang, 'Songkok, 'Serban, 'Shawls
Alifhamden: ALLAH thank YOU . .
Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi waa Sallam pernah
berkata Al 'Mahdi berpakaian seperti Bani Israel (yakni sama dengan pakaian
Nabi Allah Isa Alayhis Sallam). Apa yang di maksudkan dengan pakaian Bani
Israel ialah berpakaian seperti golongan kaum Nabi Allah Yusof Alayhis Sallam,
Manasseh, Patan dan Pashtun, yakni berpakaian "Qutwani Shawls".
Orang Patan, Pashtun dan Manasseh adalah
dari keturunan Bani Israel (dari puak Nabi Allah Yusuf, Nabi Allah Musa dan
Nabi Allah Harun Alayhis Sallam). Selain kurta dan Qutwani Shawls, Nabi
Muhammad Shallallahu Alayhi waa Sallam juga pernah bersabda bahawa Nabi Allah
Isa Alayhis Saliam pakai serban yang mempunyai 2 ekor (mafhum). Jadi 2 ekor di
belakang serban adalah pakaian rasmi bagi Bani Israel.
Mengikut kitab Yahudi tua (Book Of Mormon), sebahagian
daripada MALAyu Semenanjung (termasuk Selatan Thai) juga adalah dari keturunan
Bani Israel, iaitu dari kumpulan Lehi (iaitu terus dari Manasseh, iaitu anak
kepada Nabi Allah yusuf Alayhis Sallam. Nabi yusuf ada 2 orang anak sahaja
iaitu Manasseh dan Ephraim).
Mengikut DNA yang dilakukan kepada 86
lelaki MALAyu oleh seorang Professor perempuan di UKM baru-baru ini, terdapat
27% peratus variant Mediterranean dalam darah DNA MALAyu. Dalam kamus sains,
DNA Mediterranean adalah dari bangsa Bani Israel.
DNA Malay/MALAyu:
SusorGalor:
PERSAMAAN antara budaya MALA'yu dengan budaya bani Israel:
Pertama adalah GENDANG. Dalam hadis sahih, ketika Nabi Shallallahu Alayhi waa Sallam bermesyuarat bagaimana hendak panggil orang Solat (sembahyang) ketika masuk waktu, salah satu cadangan daripada sahabat Radhiya'Allahu Anhu adalah dengan menggunakan Gendang. Nabi Shallallahu Alayhi waa Sallam bersabda Gendang adalah budaya Bani Israel.
Di dalam DUNIA ini, gendang hanya digunakan di
masjid-masjid di Afghanistan, Pakistan dan Malaysia. Tempat lain tidak ada.
Jadi ini semua adalah tempat bani Israel. Di Eropah pun, synagogue (kuil
synagong) Yahudi tidak pakai gendang. Jadi yang benar-benar amal budaya bani
Israel adalah Afghanistan, Pakistan dan Malaysia.
Perlu diingat, puak Manasseh yang datang ke
Semenanjung Tanah MALA'yu pada 600 BC bukannya beragama Nabi Allah Musa Alayhis
Sallam. Bahkan mereka adalah beragama Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam. juga,
sama macam keturunan Jawi (Levi) yang berada di Champa sebelum itu. Ini kerana
Book Of Mormon adalah kitab tentang agama Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam dan
bukannya agama Nabi Allah Musa Alayhis Sallam. hadis Nabi Shallallahu Alayhi
waa Sallam. bahawa, tentera Khalifah'Allah Al 'Mahdi adalah di kalangan Bani
Ishak.
Pemahaman Arab tentang Bani JAWI yang
merujuk kepada MALA'yu adalah sedikit tersasar. Di alam MALA'yu, Jawi merujuk
kepada agama Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam. Bani Jawi yang menjadi rujukan
Arab sebenarnya bermaksud keturunan Keturah.
Siapakah Keturah??? Keturah adalah
isteri ke-3 Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam. Setelah kewafatan Sarah, Nabi
Allah Ishak Alayhis Sallam. telah merayu Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam
untuk berkahwin dengan ibu angkat beliau dari kerajaan Champa. Akhirnya Nabi
Allah Ibrahim Alayhis Sallam bersetuju dan berkahwin dengan Keturah dan telah
dikurniakan ALLAH = 6 orang anak.
Nama anak-anak Keturah adalah
Zimran,
Jokshan,
Medan,
Midian atau Madian atau Media atau dalam arab
'Madyan',
Ishbak dan Shuah Anak-anak mereka inilah menjadi pengasas kepada bangsa
MALA'yu. MALA'yu diambil dari perkataan MALA (nama bangsa asas Keturah iaitu
Mala/Mon), dan sementara Yur pula diambil dari nama tempat asal-usul Nabi Allah
Ibrahim Alayhis Sallam, iaitu berhampiran dengan kota Babylon.
Keturunan Keturah inilah yang ramai tinggal
di Tanah MALA'yu, Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi dan Mindanao. Kesemua tempat
ini merupakan tempat yang mempunyai tulisan purba yang diadaptasi dari tulisan
Yahudi tua. Tulisan Rencong adalah tulisan rasmi MALA'yu. Jawa dan Bugis juga
mempunyai tulisan yang serupa.
Agama rasmi MALA'yu adalah agama Jawi. Agama
Jawi adalah agama Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam. Jawi sebenarnya adalah
Levi, iaitu anak kepada Nabi Allah Yaakob Alayhis Sallam. Levi merupakan ketua
Ulama dan ketua Rahib bagi agama Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam di kalangan
Bani Israel.
Keturah bukanlah MALA'yu. Walaupun
beliau melahirkan bangsa MALA'yu, Keturah adalah daripada bangsa Mala/Mon.
Sekiranya kita lihat orang-orang asli seperti Mahmeri dan Jakun, bahasa mereka
adalah diambil dari bahasa Mala/Mon. Semua bangsa seperti Mahmeri, Jakun, Iban,
Kadazan, Melanau, Bajau, dan seumpamanya adalah merupakan bangsa asal Mala/Mon.
DNA bagi bangsa ini adalah 01m -19a.
Jika kita lihat DNA MALA'yu Kedah dan
Iban, kedua-dua mereka mempunyai persamaan. Tetapi kenapa MALA'yu Kedah lebih
bijak dan segak, ini adalah kerana mereka daripada keturunan Nabi Ibrahim
Alayhis Sallam dan Keturah.
Begitu juga MALAyu Selangor dan Mahmeri. Kedua-dua
puak ini mempunyai DNA yang serupa. Namun MALAyu Selangor jauh lebih bijak dan
segak daripada Mahmeri. Punca perbezaan adalah daripada genetik Nabi Allah
Ibrahim Alayhis Sallam. Namun Mala/Mon bukanlah bangsa asal.
Mala/Mon adalah daripada bangsa Scythia. Scythia
merupakan bangsa asas kepada semua puak Eskimo, asli Yunan, asli Dai, asli
Taiwan, Lembah Mekong, Tanah MALA'yu, Borneo, Sumatera, Jawa, Sulawesi,
Filipina, Pasifik, Madagascar dan Amerika Latin. Scythia merupakan sebuah
bangsa nomad berkerajaan yang berasal daripada Asia Tengah berhampiran dengan
Laut Hitam.
Kaitan antara MALA'yu dengan Scythia telah
dirumus oleh seorang Arkeologist Eropah di sekitar tahun 1830an lagi (lama . .
. tu). Maka, ada kemungkinan Scythia merupakan bangsa asal daripada Nabi Adam
Alayhis Sallam. Ini kerana Nabi Allah Adam Alayhis Sallam. mempunyai 22 pasang
anak, atau bermaksud 22 bangsa asas.
Jadi Nabi Allah Adam Alayhis Sallam telah
ajarkan 22 jenis bahasa kepada kesemua 44 orang anak beliau, berdasarkan kepada
jenis bangsa tersebut. Jadi, apa yang saya hendak tegaskan disini ialah yang
disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi waa Sallam berkenaan bani
Ishak yang menjadi tentera Khalifah'Allah adalah merupakan anak-anak
Keturah (orang Islam Asia Tenggara), dan juga bani Israel yang beragama Islam
(keturunan Nabi Allah Yusuf Alayhis Sallam iaitu MADA'yu dari Afghanistan,
Pakistan dan Tanah MALA'yu).
Jika kita lihat hadis Nabi Shallallahu Alayhi waa Sallam maka
kita akan dapati cerita AkhirZAMAN hanya berkisar di kalangan keturunan Nabi
Allah Ibrahim Alayhis Sallam. Persoalan sekarang adalah kenapa ALLAH
SubhanahuwaTa'ala melantik tentera Khalifah'Allah di kalangan Bani
Ishak !!! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Ini adalah kerana sewaktu DUNIA AkhirZAMAN, keturunan
Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam di pandang hina - malah disamakan dengan
Iblis laknatullah alaihi, terutama sekali di sebelah bani Israel (Anak-anak
dari keturunan dari Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam = yakni America,
Eropa dan Israel). Contohnya adalah dAJJAL laknatullah alaihi, Yahudi
dari bani Israel, jahat, Freemason, Illuminati, dan sebagainya. Ini semua telah
memburukkan nama baik Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam.
Namun begitu di dalam Kitab'Allah Al Quran, ada
terpampang tentang Do'a-do'a khusus Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam untuk
keturunannya, iaitu beliau meminta ALLAH Ta'ala menjadikan keturunan Nabi Allah
Ibrahim Alayhis Sallam sebagai golongan yang mendirikan sembahyang,
terus-menerus sehingga Hari Kiamat.
Jadi kemunculan Khalifah'Allah adalah untuk memadamkan salah faham tentang keturunan Nabi Allah Ibrahim
Alayhis Sallam, yakni di kalangan bani Israel. Mungkin ALLAH ingin menunjukkan
kepada hambaNYA bahawa ada keturunan bani Ishak (termasuk bani Israel) yang
terus-menerus mendapat hidayat daripada ALLAH SubhanahuwaTa'ala.
Para ulama ada mengatakan terdapat
lebih 60 buah kubur Sahabat Nabi Shallallahu Alayhi waa Sallam. yang tertanam
di kawasan MALAYsia-Indonesia. Maksudnya kita masih belum putus daripada
hidayat ALLAH SubhanahuwaTa'ala sejak zaman Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam
lagi. Begitu juga Pakistan dan Afghanistan masih belum putus daripada hidayat
ALLAH sejak zaman Bani Israel lagi. Mereka juga menganut agama Islam sejak
zaman awal Islam lagi.
Untuk menguatkan lagi hubungan antara Bani Ishak dengan anak-anak Keturah, cuba baca kitab Yahudi tua ini:
“Then again Abraham took a wife, and her name was Keturah. And she bare him Zimran, and Jokshan, and Medan, and Madian (Midian or Media or in Arabic Madyan), and Ishbak, and Shuah. And Jokshan begat Sheba, and Dedan. And the sons of Dedan were Asshurim, and Letushim, and Leummim. And the sons of Madian; Ephah, and Epher, and Hanoch, and Abidah, and Eldaah. All these were the children of Keturah. And Abraham gave all that he had unto Isaac. But unto the sons of the concubines, which Abraham had, Abraham gave gifts, and sent them away from Isaac his son, while he yet lived, eastward, unto the east country. And these are the days of the years of Abraham’s life which he lived, an hundred threescore and fifteen years. Then Abraham gave up the ghost, and died in a good old age, an old man, and full of years; and was gathered to his people. And his sons Isaac and Ishmael buried him in the cave of Machpelah”
Sebelum wafat, Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam telah memberi semua anak-anak beliau melalui perkongsian hidup bersama Keturah kepada Nabi Allah Ishak Alayhis Sallam. Ini membuktikan bahawa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi waa Sallam bahawa tentera Khalifah'Allah adalah dikalangan bani Ishak adalah umat Islam Insya'Allah di kalangan Bani Israel dan anak-anak Keturah Yakni Afghanistan, Pakistan, MALA'yu dan Nusantara.
Pertamanya: Mengikut tertib
ALLAH SubhanahuwaTa'ala, sekiranya orang yang mulia hendak dibangkitkan, maka
keturunannya mestilah di kalangan pendakwah.
Sekiranya kita lihat sekarang, keturunan
Nabi Shallallahu Alayhi waa Sallam. yang ada di Tanah Arab bukanlah terdiri
daripada keturunan pendakwah.
Jadi jika ALLAH hendak membangkitkan manusia
mulia, ianya mestilah seorang daripada darah pendakwah. Jadi Ahlul bayt yang
berada di luar Tanah Arab yang sepatutnya menjadi keutamaan di sisi ALLAH.
Ke-2, mengikut hadis, pengikut Khalifah'Allah adalah di kalangan bani Ishak. Jadi terdapat 2 golongan sahaja dalam
kategori ini. Iaitu: bani Israel Muslim dan anak-anak Keturah.
Hanya puak Nabi Allah yusuf Alayhis Sallam. sahaja
yang dikatakan bani Israel yang mendapat hidayat untuk menjadi Umat Islam.
Mereka adalah Afghanistan, Pakistan dan Tanah MALA'yu.
ramai pengkaji sejarah MALA'yu meragui
tentang agama yang dianuti oleh MALA'yu sebelum Islam adalah agama Nabi Allah
Ibrahim Alayhis Sallam atau Agama Jawi. Sedangkan pengkaji sejarah kita hanya
membuka buku-buku Inggeris yang menyeleweng dan buku-buku Cina yang tidak
banyak faktanya. Pengkaji sejarah tidak pernah lihat fakta sejarah MALA'yu dari
simpanan Arab, Parsi, Yahudi, Amerika Latin dan lain-lain.
Sebelum kewafatan Baginda Nabi
Shallallahu Alayhi waa Sallam, beliau pernah mengarahkan para Sahabat
Radhiyallahu Anhu untuk menghantar Jemaah Dakwah ke Samudera kerana di situ ada
kawan-kawan Nabi Shallallahu Alayhi waa Sallam.
Cuba fikir betul-betul (jika pengkaji
sejarah ada akal), di mana di dalam DUNIA ini yang ada perkataan Samudera
selain yang digunapakai oleh orang-orang MALA'yu. Tentulah secara rasionalnya
kita akan cakap hadis ini merujuk kepada Jemaah Dakwah para-Sahabat yang
dihantar ke Alam MALA'yu.
Kemudian saya nak tanya kepada pembaca
budiman, apa yang dimaksudkan dengan Kawan-Kawan Ku yang dinyatakan dalam
Hadis. Sekiranya orang MALA'yu menganut agama 'sesatBarat', maka perkataan
Kawan-Kawan Ku tidak akan disebut oleh seorang Kekasih ALLAH.
Di dalam Al 'Quran ada menegaskan
bahawa, Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi waa Sallam adalah sebaik-baik umat
Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam (yakni sebelum diutus menjadi Rasul). Jadi
maksudnya, orang MALA'yu menganut agama Nabi Allah Ibrahim Alayhis Sallam. Ini
dibuktikan dengan perkataan Masuk Jawi dalam kamus orang-orang MALA'yu.
Ya !!! Memang ada bukti.
lsyarat Rasulullah صلى الله عليه وسلم
Para-Sahabat Keluar ke Jalan Allah: Dahwah RIAU (Samudera)
Sebanyak 150 jemaah telah dihantar dari Madinah dalam masa 10 tahun tersebut. Baginda Shallallahu Alayhi wa Sallam sendiri telah menyertai 25 daripada jemaah-jemaah tersebut.
Sebahagian jemaah tersebut terdiri daripada 10,000 orang, ada yang 1,000 orang, 500 orang, 300 orang, 15 orang, 7 orang.
Jemaah-jemaah ini ada yang keluar untuk 3 bulan, 2 bulan, 15 hari, 3 hari dan sebagainya. 125 jemaah lagi sebahagiannya terdiri daripada 1000 orang, 600 orang, 500 orang dan sebagainya dengan masa 6 bulan, dan 4 bulan.
Sekiranya kita menghitung dengan teliti maka akan didapati purata masa yang diberikan oleh setiap sahabat untuk keluar ke jalan Allah dalam masa setahun ialah antara 6 hingga 7 bulan.
RIAU (Samudera/Nusantara)
Petikan Bayan Imam Yusuf Rahmatullahi'Alaih: USAHA RASULULLAH Shallallahu Alayhi wa Sallam DAN SAHABAT Radhiyallahu Anhu DALAM KEHIDUPAN MADINAH.
Sahabat Radhiyallahu Anhu keluar 5 tahun: Pada tahun 627M satu rombongan sahabat-sahabat Nabi Shallallahu Alayhi wa Sallam yang diketuai oleh Wahab bin Abi Qabahah dikatakan telah mengunjungi Riau 'Samudera' dan menetap selama 5 tahun di sana (sebelum pulang ke Madinah).
(Dipetik dari kitab ‘Wali Songo dengan perkembangan Islam di Nusantara’, oleh Haji Abdul Halim Bashah, terbitan Al Kafilah, Kelantan, 1996, m/s 79, bab 9, ISBN 983-99852-8-0).

Bukti 1 – banyak Ulama mengatakan terdapat 60 lebih kubur Sahabat di kawasan MALAYsia-Indonesia.
Bukti 2 – Kitab agama Islam di India menulis bahawa MALAYsia telah di Islamkan oleh Sahabat Radhiyallahu Anhu, manakala Indonesia telah diIslamkan oleh Tabi'in (anak kepada Sahabat Radhiyallahu Anhu).
Bukti 3 – Kitab Kedah Tua mengatakan pada tahun 920 Masihi, terdapat jumlah Umat Islam yang sangat ramai di Kedah.
Bukti 4 – Arkaelogist Malaysia pernah terjumpa wang Zaman Rasulullah Shallallahu-Alayhi waa Sallam di Kuala Berang, Terengganu.
Bukti 5 – Kitab-kitab Kuning Lama orang-orang MALA'yu di tulis dalam bahasa purba. Sekiranya Islam tiba pada zaman Hang Tuah, maka bahasanya lebih moden lagi.
Dan Mengikut ahli Sejarah, orang-orang Gujerat mengISLAMkan MALA'yu. Jadi sepatutnya orang-orang MALA'yu mestilah fasih berbahasa Gujerat sebab yang ISLAMkan Orang-orang MALA'yu adalah pendakwah dari Gujerat India.
Maka buku agama dalam Bahasa Gujerat mestilah berleluasa di Alam MALA'yu. Dan Mazhab orang MALAYu mestilah Mazhab Hanafi dan bukan Syafie.
Saya nak tanya Ahli Sejarah MALA'yu – Kenapa Orang MALA'yu tidak boleh bertutur dalam Bahasa Gujerat. Mana kitab-kitab Islam dari Gujerat. Kenapa MALA'yu begitu asing dengan Mazhab Hanafi ???
Ahli-ahli Kaji Sejarah MALA'yu begitu mudah diselewengkan dan diperbodoh-bodohkan oleh orang-orang Inggeris. Ahli Kaji Sejarah MALA'yu tidak jauh bezanya dengan Jabatan-Jabatan Agama kita yang ditipu oleh Wahabi sesatBARAT.
“Aisyah Ummul-Mukminin Radhiyallahu Anha telah berkata: "Ketika tidur, tubuh Rasulullah Shallallahu Alayhi waa Sallam bergetar, lalu kami bertanya: ‘Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan, wahai Rasulullah?’,
Rasulullah Shallallahu Alayhi waa Sallam menjawab: ‘Akan terjadi suatu kehancuran, iaitu bahawa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju ke Baitullah untuk memburu seorang ‘lelaki’ Quraisy yang pergi bersembunyi di Kaabah sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai di sebuah padang pasir (Al 'Baida’), maka mereka ditelan bumi’.
Kemudian kami bertanya: ‘Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?’. Baginda menjawab: ‘Betul, di antara mereka yang ditelan bumi itu adalah mereka yang sengaja pergi untuk berperang dan ada pula yang dipaksa untuk berperang serta ada pula orang yang sedang musafir, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat, sedangkan mereka berasal dari arah (niatnya) yang berbeza-beza, kemudian Allah Subhanahuwa Ta'ala akan membangkitkan mereka pada hari kebangkitan menurut niat mereka masing-masing”. (Diriwayatkan oleh Bukhari).
“Seorang lelaki akan berlindung di baitullah (Kaabah), maka diutuslah suatu utusan (oleh penguasa) untuk mengejarnya, dan ketika mereka telah sampai di suatu padang pasir maka mereka terbenam di TELAN BUMI”.-
Diriwayatkan oleh Muslim dari Ummu Salamah” Suatu kaum yang mempunyai jumlah dan kekuatan yang tidak bererti akan kembali ke Baitullah, maka diutuslah (oleh penguasa) sekelompok tentera untuk mengejar mereka, sehingga apabila mereka telah sampai di suatu padang pasir, maka mereka di TELAN BUMI" . - Diriwayatkan oleh Muslim dari Hafsah Ummul 'Mukminin Radhiyallahu Anha.
“Sesungguhnya Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan sehingga pasukan tersebut telah sampai di sebuah padang pasir, maka bahagian tengah pasukan itu di TELAN BUMI, maka berteriaklah pasukan bahagian hadapan kepada pasukan bahagian belakang, kemudian semua mereka ditenggelamkan oleh bumi dan tidak ada yang tertinggal kecuali seorang yang selamat yang akan mengkhabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka”. - Diriwayatkan oleh Muslim dari Hafsah Ummul 'Mukminin Radhiyallahu Anha.
'Tidak akan berlaku kiamat sehinggalah akan berlaku peperangan di antara orang Islam dan Yahudi dari bani Israel, maka pada waktu itu (tentera) Yahudi dari bani Israel akan dibunuh oleh (tentera) Islam, sehingga apabila orang Yahudi berselindung di sebalik batu dan pokok, lalu batu dan pokok itu akan bersuara dengan katanya: ‘Wahai Muslim, wahai Hamba Allah, di belakangku ini ada Yahudi, marilah bunuhnya’, kecuali POKOK GHARQAD (yang tidak bersuara), kerana sesungguhnya ia merupakan pokok Yahudi'











